A simple happiness : Cerita Pengalaman Donor Darah
Hai, apa kabarnya nih teman-temanku. Semoga selalu dalam keadaan sehat ya. Terasa atau tidak ternyata bentar lagi tahun 2022 akan segera berganti. Nah, kali ini aku ingin menceritakan salah satu keinginanku yang alhamdulillah tahun ini bisa terwujud. Honestly, nggak tahu kenapa seneng banget akhirnya kesampaian buat ikut donor darah untuk yang kedua kalinya T_T
Pada kesempatan ini aku akan membagikan pengalamanku ke kalian gimana nih pengalaman keduaku setelah berhasil donor darah lagi. Aku sendiri pertama kali memberanikan diri untuk donor darah pada bulan September 2019 pada saat aku berkunjung ke Kediri, Jawa Timur. Kebetulan pas main kesana ada event yang menyelenggarakan donor darah. Karena waktu itu usiaku sudah mencukupi untuk melakukan donor darah maka aku tantang dan beranikan diri untuk ikut menyumbangkan darahku. Sebenernya kenapa aku memutuskan donor darah waktu itu karena terinspirasi dari ibuku yang berusaha rutin melakukan donor darah setiap 3 bulan sekali.
Sampai sekarang aku pun terdorong untuk mengikuti jejak ibuku untuk rutin melakukan aksi donor darah. Namun, seringnya ketika ada kesempatan untuk donor darah bersama ibukku, ada salah satu persyaratan yang tidak dapat aku penuhi. Aku selalu gagal untuk melakukan aksi donor darah hanya karena tensi darahku rendah. Aku pun tidak tahu apa penyebabnya mengapa tensi darahku selalu rendah ketika ingin melakukan donor darah. Dan sudah 3 tahun lebih setelah donor darah yang pertama, baru kemarin hari Senin, 14 November 2022 aku berhasil melakukan donor darah lagi. Lama banget kan ya. Sampai aku lupa gimana rasa sakitnya pas jarum suntiknya menyedot perlahan darahku, hehe. Padahal sering banget aku dapet notifikasi ajakan donor darah dari nomor UUD PMI Kab. Pekalongan ketika ada jadwal kunjungan rutin ke kecatamanku. Dan berkali-kali gagal untuk donor darah :(
Aku menyadari kenapa aku sering gagal ketika hendak ingin donor darah karena aku kurang prepare. Aku jarang menyiapkan diriku dari jauh-jauh hari. Seharusnya memang paling tidak seminggu sebelum mau melakukan donor darah sebaiknya kita lebih menjaga kesehatan kita: mengatur pola makan, banyak minum air putih, banyakin makan buah juga atau kalau kata ibuku bisa dengan minum jus jambu merah, sempatkan untuk olahraga misal jogging, penting juga untuk mengatur pola tidur, batasi jam tidur maksimal jam 10 malem, jangan begadang. Karena salah satu syarat supaya berhasil donor darah ya punya durasi tidur yang cukup minimal 4 jam. Nah, alasan kenapa aku sering gagal karena mungkin memang aku sendiri sering tidak benar-benar serius untuk melakukan persiapan itu, hehe.
Jadi dari kejadian ini secara nggak langsung aku dapet pelajaran bahwa kalau ingin berhasil dalam hal apa pun memang perlu dipersiapin, termasuk kalau mau melakukan aksi donor darah. Singkat cerita, satu minggu yang lalu aku mendapatkan informasi bahwa akan ada kegiatan donor darah di fakultasku dalam serangkaian acara Psikestival yang diselenggarakan oleh DEMA FPK UIN Walisongo. Mendengar kabar tersebut aku sangat excited untuk berpartisipasi dalam aksi donor darah tersebut.
![]() |
| Aku dan kedua temanku yang ikut berpartisipasi aksi donor darah. |
Seminggu sebelum melakukan donor darah aku sudah mulai mempersiapkan diri. Aku nggak mau kali ini gagal lagi apalagi tempatnya di kampus jadi aku nggak harus datang jauh-jauh dari Ngaliyan tempat tinggalku sekarang ke UDD PMI Kota Semarang. Aku berusaha untuk memperbanyak minum air putih, mengatur pola tidur, mengatur pola makan, sampai minum obat penambah darah seminggu seminggu sekali (jujur kalo minum obat penambah darah ini aku jarang banget karena sering lupa padahal memengaruhi ke kadar HB-ku). Setiap hari aku akan minum air putih setidaknya sebanyak 3 botol dengan isi 800mL atau 2,4 Liter. Ndilalah juga bisa makan buah tanpa beli sendiri :') karena minggu kemarin teman sekamarku dapat kiriman buah dari orang tuanya dan dibagikan ke aku juga. Alhamdulillah bersyukur banget Allah kasih apa yang aku butuhkan. Selama seminggu terakhir juga aku usahain jam 10 malem sudah tidur. Sampai akhirnya usahaku tidak sia-sia dan seneng banget bisa berhasil donor darah lagi yang kedua lagi. Mungkin terkesan berlebihan ya, tapi yaudahlah :'D
Pagi hari sebelum donor darah aku udah prepare juga. Pagi-pagi bikin nasi goreng buat sarapan dan nggak lupa banyak minum air putih. Nggak lupa juga buat ngabarin dan minta doanya di grup keluarga, hehe. Sekitar jam 10 pagi setelah selesai kelas mata kuliah modipel aku bersiap untuk mendaftarkan diri melakukan donor darah. Di saat yang bersamaan ada dua teman kelasku yang juga mau ikutan donor cuma sayangnya mereka belum sarapan - ya biasalah anak kos tidak terbiasa sarapan pagi, hehe. Akhirnya kedua temanku Syapril dan Neni coba sarapan dulu dengan minum yogurt. Setelah kami menuliskan form pendaftaran, kami harus menunggu lama karena ternyata antriannya banyak. Pas lagi nunggu sempet takut gagal lagi karena tensi darah rendah. Sempet tanya-tanya gimana pengalamannya tadi sama mbak-mbak yang udah selesai donor duluan.
Sampai tiba waktunya aku dipanggil panitia untuk memasuki ruangan kelas yang dijadikan tempat donor darah. Aku langsung berjalan menuju ruangannya dan menghampiri petugas cek kesehatannya. Pertama, pak dokter yang bertugas mengecek darahku dulu dan ya golongan darahku adalah B. Setelah itu, tensi darahku dicek sambil ditanyain berapa berat badannya, semalem tidur jam berapa, dan udah sarapan belum. Setelah dicek tensinya bapaknya sempet bilang, "Biasanya rendah ya," sontak aku langsung menanggapi, "Wah, nggak bisa ya pak," (udah berkecil hati) dan lanjut ditanya sekarang rasanya lagi vit kan dan aku jawab iya. Dan akhirnya masih bisa buat donor darah dan dipersilahkan duduk lagi buat mengantri giliran darahnya diambil. Tensi darahku kemarin mungkin pas bgt, mungkin 110 karena aku lupa tanya tensiku berapa dan yang ditulis di kertas formulirnya tidak bisa kubaca, hehe.
Alhamdulillah kurang lebih selama 15 menit proses pengambilan darah selesai juga dan aku dapet bingkisan yang isinya makanan dan minuman dari PMI, hehe. Seneng banget :D Kalau ditanya pas proses pengambilan darahnya sakit apa enggak? nggak sakit banget sih. Cuma kayak ada yang mengganjal aja di tangan dan perlahan darahnya berasa disedot. Rasanya itu mirip kaya pas disuntik vaksin gitu. Kurang lebih ya begitu. Bagi teman-teman yang takut disuntik memang ini jadi tantangan tersendiri sih, hehe.
![]() |
| Dokumentasi setelah donor :D |
Stay safe and keep ur health:) Have a nice day!
💠Catatan
Semarang, 15 November 2022


Komentar
Posting Komentar