Tentang belajar memahami masalah

Membicarakan tentang masalah itu sebenarnya bukan menjadi ranahku, pun sebenarnya berat. Namun, entah kenapa aku begitu tertarik untuk menjelajahinya lebih jauh, mencari tahu apa sih masalah itu? Mengapa masalah itu muncul bahkan akan selalu ada? dan bagaimana cara mengatasinya? dan pertanyaan-pertanyaan lain yang masih hinggap di pikiranku. Semua pertanyaan itu masih berserakan di kepala dan belum sempat kutata apalagi kujawab. Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini aku ingin mencoba menjawabnya.

Masalah biasanya dianggap sebagai suatu hal yang harus diselesaikan. Kalau tak kunjung diselesaikan maka akan mengganggu kinerja yang lainnya. Seperti pepatah mengatakan bahwa masalah itu ibarat kita memegang sebuah gelas. Awalnya terasa ringan, tetapi ketika dipegang terus tanpa dilepas, ia hanya akan memberatkan kita.

Setelah ku searching di mbah gugel hehe, ternyata hal yang berkaitan dengan masalah itu banyak ya. Emmm, aku jadi bingung mau membahasnya dari sudut yang mana. Karena di sini yang masih aku galauin tentang masalah yang seringkali menghampiri hidupku, seolah masalah itu yang menjadikan hidup ini kayaknya terasa berat...... sekali. Eitsss, tapi jangan salah, lho, kalau ada banyak hal yang bisa kita ambil dan kita jadikan pelajaran dari setiap masalah yang muncul. Tanpa berlama-lama buat mikir. Langsung saja aku akan mencoba menuliskan paragraf demi paragraf perihal belajar memahami masalah sebisa yang kulakukan.

Aku pernah menanyakan pertanyaan apa sih masalah itu? kepada seorang temanku. Menurutnya, masalah itu adalah suatu keadaan yang tidak sesuai dengan keinginan dan tujuan kita. Karena ketidaksesuaian itu biasanya kita dituntut harus membuatnya sesuai seperti yang kita harapkan atau dalam hal ini ia menyebutnya dengan tahap penyelesaian masalah. Ia pun menambahkan bahwa tidak semua masalah yang ada itu salah. Terkadang dari masalah yang ada kita akan semakin tahu apa dan bagaimana yang harus kita lakukan agar sesuai dengan apa yang kita inginkan atau tujuan yang kita harapkan dapat dicapai.

Ketika kita menghadapi masalah tanpa sadar kita pasti akan langsung memikirkan solusi dari masalah tersebut. Ibarat membaca bagian bab yang sulit, tentu kita disarankan untuk pelan-pelan dalam membaca dan memahaminya agar kita benar-benar tahu persoalan apa yang sedang dibahas dan apa makna dibalik bacaan tersebut. Begitu pun ketika kita berhadapan dengan masalah, pelan-pelan kita sadari bahwa itu adalah masalah di mana suatu keadaan yang tidak sesuai itu untuk kita terima sebelum buru-buru kita selesaikan - Iya, pada akhirnya setiap hal yang terjadi kembali lagi ke soal penerimaan. Balik lagi, bahwa sadarilah kalau masalah yang sudah ditakdirkan untuk kita bukan untuk memberatkan melainkan untuk memberi pelajaran juga menguji seberapa kuatnya kita.

Masih ingatkan dengan firman-Nya bahwa Allah tidak akan membebani masalah kepada hamba-Nya di luar batas kemampuannya. So, semua masalah yang Allah kasih ke kita itu pasti bisa kita lewatin dan bisa kita cariin jalan keluarnya. Tinggal kitanya aja, mau apa enggak sabar melewati setiap prosesnya. Maka dari itu jangan sungkan-sungkan berdoa minta sama Allah biar kita bisa sabar menjalaninya, mempermudah kita mecari solusinya, dan melapangkan hati kita untuk bisa menerimanya dengan ikhlas - karena untuk mencapai fase ikhlas itu susah bro/sist, hehe. Jadi kudu dilatih sesering mungkin :D (reminder buat si penulis).

By the way, kok aku  jadi inget kata-katanya Kale ya ke Awan, "Sabar satu per satu". Hehe, ternyata emang harus step by step, jalani, dan nikmati prosesnya apa pun rintangannya harus kita hadapin satu per satu. Sabar satu per satu. Sampai pada akhirnya kita berada di garis finish dan kita pun tersenyum karena berhasil melewati setiap prosesnya - perjalanan menyelesaikan masalah.

Ibuku pernah bilang bahwa sampai kapan pun masalah itu akan ada. Satu masalah selesai, masalah lain datang. Begitu siklusnya. Jadi, enggak bisa kita mungkiri bahwa kita enggak punya masalah. Masing-masing dari kita pasti mempunyai masalah hanya saja beda warnanya beda pula kadarnya - iya itu karena disesuaikan dengan kemampuan kita menyelesaikannya. Ibuku juga bilang bahwa ketika seorang bayi lahir pasti ia akan menangis karena ia yang tak tahu apa-apa akan menghadapi masalah. Jadi, selamanya masalah itu akan tetap ada, hanya saja warna dan kadarnya yang berbeda.

Sadari, jalani jangan sampai berhenti, boleh kok ambil jeda tapi jangan terlalu lama. Nikmati prosesnya sebelum menikmati hasilnya. Apa pun itu mari belajar menyadari dan mensyukuri :)

Mari coba lagi...

Komentar

Postingan Populer