Penyesalanku Selama Kuliah di Semester Awal-Awal

        Penyesalan yang belum juga membuatku sadar untuk lebih memanfaatkan segala kesempatan yang masih ada dengan sebaik-baiknya. Aku adalah seorang anak yang beruntung dari anak-anak lainnya di sekitar rumahku. Aku mendapat kesempatan belajar lagi setelah lulus dari bangku sekolah menengah atas. Satu tahun setelah lulus SMA, aku kembali aktif melanjutkan pendidikan di bangku perkuliahan. Kini aku diberi julukan mahasiswa, bukan lagi pelajar atau siswa. Tentu ini adalah suatu kebanggaan tersendiri bagi aku karena aku mendapat kesempatan untuk menemukan pengalaman baru yang lebih banyak, kesempatan untuk belajar dan mengembangkan diri, kesempatan untuk bertemu dengan orang banyak, dan masih banyak lagi. Selain itu, tentunya aku yang juga belum mendapatkan pekerjaan jadi tidak dianggap sebagai pengangguran beban keluarga :') ya meskipun sekarang pun aku masih merasa jadi beban keluarga karena apa-apa masih bergantung sama kedua orangtua terkhusus sama ibukku karena aku masih bisa hidup enak sekarang berkat mereka yang masih sayang denganku karena mau membiayai semua kebutuhanku.

        Sebentar lagi aku akan masuk semester 4, tak kusangka sudah mau semester 4 aja. Satu tahun belajar full di rumah belum pernah ke kampus karena adanya pandemi covid-19. Lalu baru ketika semester 3 aku bisa merasakan  pembelajaran blended-learning, tinggal di perantauan bersama teman-teman baru, pergi ke kampus, pembelajaran di dalam kelas, dan hal-hal baru yang kutemui di perantauan. Perasaan senang dan sedih pasti selalu ada. Senang karena punya kesempatan mengunjungi tempat-tempat baru dengan suasana yang baru, lebih bebas, bisa belajar mandiri, bonusnya bisa beli sesuatu pake uang yang dikasih. Namun, enggak enaknya dan sedihnya, kalau nggak ada stok jajan dan tiba-tiba perut laper harus ditahan, merasa sendiri kalau pas lagi down semangatnya ya meskipun kalau di rumah juga masih tetep merasa sendiri :( (karena sampai sekarang cuma bisa nangis dan kuat jadi support system diri sendiri), pelit sama diri sendiri kalau pas uang yang dikasih sudah menipis, dan sering nangis karena masih begini-gini aja - jadi beban Ibuk, menghabiskan uang Ibuk untuk biaya hidupku di perantauan, apalagi pas nggak paham-paham sama apa yang dipelajari, dan belum bisa mengaplikasikan ilmu yang dipelajari di keseharianku. 

        Selama 1,5 tahun kuliah, aku memiliki sejumlah daftar penyesalan yang membuatku merasa masih belum layak dikatakan berharga dan ragu dengan kemampuan diri walaupun di luar sana mungkin ada yang menganggap aku orangnya beruntung dan cukup luar biasa. Berikut aku mencoba menuliskan apa-apa yang menjadi penyesalanku selama kuliah :

  • Tidak memahami dan tidak ada usaha yang sungguh-sungguh untuk memperdalam pengetahuan yang ada di jurusan yang aku ambil, padahal sebenernya materi mata kuliah di jurusan yang aku ambil asyik dan sangat relate dengan kehidupan sehari-hariku sebagai human. Hanya sekadar tahu aja dan tidak memahami lebih jauh, bahkan sering lupa apa saja materi-materi yang sudah dipelajari dan diterangkan oleh para dosen. Terlalu santai dan hanya sekadar menggugurkan kewajiban harian seperti dateng masuk kelas, presensi, nyatet kalau pas lagi kiyeng, ngerjain tugas kalau susah cari di internet. Ngerjain tugas tapi gapaham sama apa jawaban yang ditulis sediri. Tidak berusaha lebih untuk mencari sumber materi lebih banyak padahal sekarang mau cari sumber materi itu banyak bisa dari google, jurnal-jurnal, youtube. Selama ini hanya mengandalkan/nunggu materi yang dikasih sama dosen.
  • Tidak menikmati dan meresapi ilmu yang diajarkan dari awal semester meskipun dapet nilai A tapi lagi-lagi nilai itu enggak sesuai/sebanding sama kemampuan pemahamanku di mata kuliah yang dapet nilai A. Belajar ketika mau ujian saja itu pun cuma dibaca sekilas atau hanya menggunakan memori jangka pendek dan sangat berdasar textbook. Aku belum bisa menerangkan pemahamanku akan sesuatu dengan jelas menggunakan bahasaku sendiri karena mungkin apa yang dipelajari belum meresap di otak dan tidak menjadi ingatan jangka panjang.
  • Beli buku referensi untuk belajar tapi tidak dibaca hanya jadi pajangan rak buku. Padahal aku sudah mengeluarkan uang untuk membelinya.
  • Tidak belajar bahasa inggris dengan sungguh-sungguh. Padahal sebelum masuk kuliah aku pernah ikut les bahasa inggris yang setidaknya aku sudah punya basic yang cukup baik buat memulai belajar bahasa inggris,
  • Jarang sekali menulis artikel. Padahal itu bisa jadi nilai plus buat aku, setidaknya melatih diri untuk belajar parafrase atau menambah pengetahuan lewat tulisan yang ditulis sendiri.
  • Kurang percaya diri dan masih meragukan kemampuan diri. Tidak mencoba untuk mengikuti perlombaan setingkat mahasiswa seperti menulis essay.
  • Tidak memiliki teman dekat eh belum nemu temen yang bener-bener bisa dikatakan as bestie, alhasil apa-apa cuma disimpan sendiri. Enggak punya temen sambat dan belajar yang sefrekuensi dan saling support.
  • Belum punya karya yang bisa dibanggain.
  • Tidak dekat dengan kakak tingkat.
  • Kemampuan literasi kurang : jarang membaca buku, lupa/tidak memahami apa yang pernah dibaca, tidak pernah menulis ide/gagasan/opini sendiri.
  • Kurang dalam hal public speaking.
  • Takut penolakan dan penilaian tidak baik dari orang lain.
  • Kurang sungguh-sungguh ikut organisasi khususnya di orda karena masih ikut-ikutan dan belum nemu temen deket yang sefrekuensi di sana :)
  • Tidak pernah punya catatan kuliah yang rapi dan lengkap. Padahal ini bisa jadi aset dan buku pegangan selama kuliah dan setelah lulus kuliah. Kalau lupa tinggal baca lagi catatannya sambil dinget-inget dan dipahami lagi.
  • Tidak mencoba dan mendalami skill tertentu, mungkin broadcasting karena ada beberapa orang suaraku cocok kalau jadi penyiar.

dan masih banyak lagi yang belum bisa kutulis di sini. Dari semua penyesalan yang ada, aku sangat menyesali dari dulu kenapa nggak pernah serius dan sungguh-sungguh untuk mengerjakan sesuatu. Jika Ibuk tahu ini, Ibuk pasti sangat kecewa kepadaku. Aku pun lagi-lagi merasa tidak pantas, tidak layak, dan tidak cukup berharga untuk siapa pun :( hanya jadi beban Ibuk dan menangis sendirian menjadi jalan ninjaku untuk menenangkan diri.

        

 

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer