Mulai Merasa
Dua bulan lagi usiaku genap 19 tahun, tetapi sikap dan pemikiranku kadang-kadang masih kekanak-kanakan. Kini aku pun sedang bimbang memikirkan masa depan. Aku tidak tahu bagaimana masa depanku nanti meskipun aku masih bisa memprediksinya. Iya, itu pun lewat setiap mimpi, harapan, usaha, dan doaku. Jika aku berjuang lebih keras dan berdoa lebih kencang, kuyakin dengan izin Allah satu per satu harapanku dapat terwujudkan.
Di tengah keharusanku mempersiapkan diri mengikuti UTBK tahun ini terbesit di pikiranku ingin memulai usaha jualan online, pergi mendaki, menggiatkan diri menanam dan merawat tanaman, rajin menulis, dan masih banyak lagi. Ah, memang ya, di saat kita butuh fokus dan konsentrasi penuh pada satu kewajiban, ada saja distraksi yang bermunculan. Iya, terkadang aku pun sampai berpikir, apakah ini bagian dari sebuah pelarian dari kejenuhan yang tengah dirasakan. Hmm, mungkin saja demikian. Entahlah, sampai pagi dini pun aku masih saja belum tidur memikirkan hal-hal yang tak seharusnya dipikirkan sekarang atau ternyata aku sedang terdiam, sibuk melamun, tetapi tak ada sesuatu yang sedang dipikirkan.
Seketika, di saat aku memikirkan ingin mendapatkan penghasilan sendiri alias memulai usaha karena kurasa aku nggak bisa terus-menerus meminta uang kepada orang tua untuk memenuhi kebutuhan dan keinginanku, aku mendapatkan sebuah pertanyaan dari diriku sendiri. "Yakin mau mulai buka usaha disaat kamu harus fokus mendapatkan universitas? Yakin mau mulai usaha disaat kewajiban utama masih berantakan? Mulai usaha nggak mudah, lho. Kudu punya komitmen kuat, nggak asal mulai aja. Karena perjalanan sebuah usaha itu panjang, seringkali jalannya nggak mulus alias ada banyak ujiannya. Gimana sholatmu? Udah beres? Udah bener? Udah tertib? Udahlah ya, perbaiki sholat 5 waktumu dulu, jangan ditelat-telatin apalagi sampai ditinggalin. Inget!!! Itu kewajiban utama kamu sebagai hamba-Nya." Begitulah sebuah pertanyaan dan nasihat yang begitu menampar dari diriku sendiri. Tiba-tiba kepikiran soal perkara sholat 5 waktu ku yang masih berantakan. Aku jadi teringat postingan instagramnya Mbak Sarita Matulu, beliau berkata bahwa kalau bingung mau memulai membenahi diri dari mana, maka mulailah membenahi sholatmu. Jika pekerjaanmu masih sering ditunda-tunda, coba cek sholatmu, bisa jadi sholatmu juga ikut ditunda-tunda. Iya apa iya? Hmmm :(
Aku nggak bisa begini terus, sih. Capek juga. Seiring berjalannya waktu hidup ini akan berubah dan kuharap perubahan itu membawa ke arah yang lebih baik. Esok hari adalah misteri tapi bisa kita prediksi dengan sikap dan perbuatan kita saat ini. Teruntuk diriku, semangat menjalani detik tiap detik hidup ini. Please, enjoy the moment. Kamu begitu berharga jadi jangan buat dirimu tersiksa oleh pikiran dan perbuatanmu sendiri. Pikirkan dan lakukan perubahan untuk masa depanmu yang lebih baik. Aku yakin kamu bisa karena kamu luar biasa :)
Pekalongan, 14 Juni 2020 [1:44 am]
Komentar
Posting Komentar