Surat untuk Diriku Sendiri di Hari Ulang Tahun
Assalamu'alaikum, Zahra.
Hai, apa kabarmu hari ini? Semoga baik-baik
saja, bahagia, ceria, dan selalu dalam lindungan-Nya. Aku dengar hari ini
adalah hari bahagiamu ya? Pasti hari ini kamu merasa bahagia karena mendapatkan
banyak ucapan dan doa dari Ibumu, Bapakmu, teman-temanmu, dan lainnya. Tak
terasa ya waktu begitu cepat berlalu. Kini kamu pun telah tumbuh menjadi
seorang perempuan yang tangguh.
Aku turut
bahagia mendengarnya dan aku ucapkan selamat ulang tahun, Zahra. Tepat pada
hari Rabu tanggal 14 Agustus 2019 kamu berulang tahun yang ke-18 Tahun. Bukan
waktu yang sebentar bagimu melewati manis pahitnya hidup ini. Semoga di
pergantian usiamu ini bisa membuat dirimu menjadi pribadi lebih baik lagi,
menjadi perempuan sholehah, perempuan yang kuat, perempuan yang sabar,
perempuan yang berani, dan yang paling penting bisa menjadi diri sendiri sesuai dengan versi terbaikmu.
Segala mimpi, cita-cita, dan harapan yang belum tercapai semoga menjadi
semangatmu untuk mewujudkannya dan semoga di usiamu yang ke-18 tahun ini semua
itu bisa tercapai. Jangan khawatir dengan masa depanmu ya, yang terpenting
sekarang adalah kamu bisa fokus memperbaiki dirimu saat ini, kamu harus mulai
bangkit dari keberhasilanmu yang sempat tertunda, kamu harus lebih optimis dan
bersemangat menjalani hari-harimu saat ini karena masa depanmu bergantung pada
apa yang kamu lakukan hari ini, kan? Oh iya, kenapa sih aku mengatakan hal ini
kepadamu? Karena ini adalah wujud rasa sayangku padamu, Zahra. Aku yakin kamu
bisa :)
Zahra
hebat karena kamu mampu bertahan dan tetap kuat sampai di titik ini. Berbagai
hal telah banyak kamu alami. Jatuh, bangun, sedih, susah, senang, cemas,
bahagia, ceria, dan masih banyak lagi hal yang sudah kamu rasakan selama ini.
Hal yang kutahu darimu adalah kamu selalu menyembunyikan rasa sedihmu dari
orang-orang yang kamu sayangi karena mungkin kamu tak ingin membuat mereka ikut
bersedih, kamu selalu berhati-hati dalam bersikap kepada orang lain, dan kamu
bisa membuang perasaan marah pada orang lain. Tapi aku kasian dengan sikapmu
yang pendiam karena aku takut karena sikapmu yang pendiam itu kamu jadi
diremehkan sama mereka yang tidak menyukaimu maka dari itu salah satu harapanku
untukmu di lembaran usiamu yang baru ini, kamu bisa lebih terbuka dan mudah
untuk mengekspresikan dirimu di depan orang lain, selalu tebarkan senyuman dan
aura positifmu kepada orang-orang dan lingkungan di sekitarmu. Dengan begitu
aku yakin kamu akan lebih merasa bersyukur dan bahagia.
Selain itu, harapanku yang lain untukmu adalah aku ingin kamu lebih percaya diri, percaya diri atas pekerjaan yang kamu lakukan, percaya diri atas hasil karyamu, percaya diri ketika kamu berhadapan dengan orang lain, dan percaya diri ketika kamu berbicara di hadapan banyak orang. Memang tak mudah, tapi aku yakin tiap orang pasti bisa memiliki rasa percaya diri selagi dia mau dan mampu berlatih hingga kelak memang akan membentuk sikap percaya diri dalam dirinya. Oleh karena itu, aku ingin kamu berani mencoba dan melatih diri untuk selalu percaya diri, oke?!!
Selain itu, harapanku yang lain untukmu adalah aku ingin kamu lebih percaya diri, percaya diri atas pekerjaan yang kamu lakukan, percaya diri atas hasil karyamu, percaya diri ketika kamu berhadapan dengan orang lain, dan percaya diri ketika kamu berbicara di hadapan banyak orang. Memang tak mudah, tapi aku yakin tiap orang pasti bisa memiliki rasa percaya diri selagi dia mau dan mampu berlatih hingga kelak memang akan membentuk sikap percaya diri dalam dirinya. Oleh karena itu, aku ingin kamu berani mencoba dan melatih diri untuk selalu percaya diri, oke?!!
Di surat
ini aku ingin mengucapkan kalimat yang dimulai dengan dua kata
yang mana seringkali aku melupakannya untuk kusampaikan padamu. Dua
kata itu adalah terima kasih dan maaf.
Terima
kasih ya, Zahra. Di saat hendak menyerah
karena terlalu lelah kamu tetap berusaha bangkit dan semangat kembali.
Terima kasih sudah membuat citra sebagai anak yang pemberani meski
sebenarnya kamu penakut tapi kamu berusaha meski berpura-pura hingga memang
benar-benar berani hehehe. Aku rindu saat dimana aku banyak melakukan hal nekat
sepertimu.
Terima kasih sudah nekat untuk berkenalan lebih dulu hanya agar punya
teman, padahal yang ku tahu kamu pendiam dan pemalu. Akan tetapi,
kamu berusaha cuek dengan segalanya. Itulah hal yang membuatku punya banyak
teman di hari ini.
Terima
kasih sudah berusaha menjadi anak baik dan menjaga nama keluarga, meski kamu
belum dapat dibanggakan orangtua.
Terima kasih sudah mau berjuang untuk
melampaui batas bersama dan tidak menyerah walau seringkali mengeluh di
sepanjang berjalanan.
Terima kasih sudah mau menerima
keadaanmu saat ini meski sebenarnya bukan ini yang kamu minta.
Terima kasih sudah bersedia menjadi
teman berjuang hingga aku bisa seperti ini dan terima kasih untuk segala hal
yang pernah kamu lakukan untukku tanpa mengharap imbalan.
Maafkan aku jika aku seringkali lupa
berterima kasih kepadamu atas apa-apa yang membuatku begitu berarti dan maaf
kalau aku sempat tidak percaya bahwa kamu bisa melakukan yangaku inginkan. Maaf
kalau sampai hari ini aku masih membandingkan dirimu dengan orang lain. Setidaknya
mari kita berjuang lagi, agar aku semakin mengenalmu, wahai diriku sendiri.
Terakhir,
terima kasih kamu masih hidup sampai hari ini dengan baik. Aku tidak akan
berekspektasi kalau semuanya akan baik karena biarlah hal terduga atau sesuatu
yang tidak kuinginkan terjadi. Aku percaya akan selalu ada hal untuk menguatkan
bahwa kamu dan aku bisa hidup dengan baik.
Bila nanti kau berada pada titik dimana kau sangat ingin menyerah.
Ingat, ada Allah tempat mu berserah dan kembali.
Mungkin sampai sini isi surat dariku ya. Maaf karena sudah lama sekali
tidak menyapamu lewat surat ini. Semoga harimu selalu menyenangkan dan
keberadaanmu bisa memberikan manfaat bagi orang-orang dan lingkungan sekitar.
Aku pamit dulu ya, sampai jumpa di surat berikutnya.
Wassalamu’alaikum.
Dariku yang selalu menyayangimu,
Dirimu sendiri – Zahra Firdaus :)
Sukses terus yaa zah 💞
BalasHapus